oleh karena itu saya erik gunawan akan membantu para orang tua baru agar memiliki anak anak yang baik pula hanya melalui sebuah nama......
Buku Harry Potter meledak di seluruh dunia dan JK Rowling mencetak nama-nama unik bagi setiap tokohnya. Nama itu bukannya asal pakai, namun dibalik itu terdapat arti-arti yang unik yang mencerminkan kepribadian masing-masing tokohnya. Rowling mengambil nama-nama tersebut dari berbagai bahasa di penjuru dunia. Nama-nama tersebut juga bisa menjadi pertimbangan para calon orang tua untuk memberikan nama-nama tersebut bagi anaknya, terutama bagi mreeka yang suka mengikuti cerita penyihir remaja tersebut.
LAKI-LAKI
Aberforth, Bhs.Scotland “Di Mulut Sungai Forth” (adik Dumbledore)
Alastor, Yunani “Pembalas” (Alastor Mad-Eye Moody-anggota Orde Phoenix)
Albus, Latin “Putih” (Albus Dumbledore, kepala Sekolah)
Amos, Ibrani “Beban”
Argus, Denmark “Waspada” (Argus Filch, penjaga Hogwart)
Armando, Spanyol “Tentara” (Armando Dippet)
Arthur, Inggris “Mulia, Berani” (Arthur Weasley)
Avery, Inggris) “Kebangsawanan” (pelahap maut)
Bertie, Perancis bentuk singkat dari Bertrand “Cerdas” (Bertie Bott, kacang segala rasa)
Bill, Inggris, bentuk singkat dari William “Pelindung Tangguh” (Bill Weasley)
Cedric, Inggris “Pemimpin Perang” (Cedric Diggory, Prefek Hufflepuff)
Charlie, Inggris bentuk singkat dari Charles “Pria” (Charlie Weasley)
Colin, Skotlandia “Anak Anjing Muda” (Colin Creevey, anak Gryffindor)
Cornelius, Latin “Tanduk” (Cornelius Fudge, Menteri Sihir)
Cuthbert, Inggris “Terkenal, Cemerlang” (Cutbert Binns, hantu guru Sejarah Sihir)
Dean, Latin “Pemimpin” (Dean Thomas, anak Gryffindor)
Dennis, Yunani “Pengikut Dewa Dionysius” (Dennis Creevey, anggota Laskar Dumbledore)
Draco, Latin “Naga” (Draco Malfoy)
Dudley, Inggris “Dari Padang Rumput Rakyat” (Dudley Dursley, sepupu Harry Potter)
Edgar, Inggris “Penombak yang Beruntung” (Edgar Bones)
Ernie, Inggris bentuk singkat dari Ernest “Teguh, Serius” (Ernie Macmillan, Prefek Hufflepuff)
Filius, Latin “Anak Laki-laki” (Filius Flitwick, guru Mantera, kepala asrama Ravenclaw)
Frank, Inggris “Tuan Tanah yang Merdeka” (Frank Longbottom, ayah Neville Longbottom)
Fred, Perancis, bentuk singkat dari Frederic “Pemimpin Damai” (Fred Weasley)
Gellert, Hungaria “Berani dengan Tombak” (Gellert Grindelwald, penyihir hitam sahabat Dumbledore.
George, Yunani “Petani” (George Weasley)
Gilderoy, Perancis “Berbakti kepada Sang Raja” (Gilderoy Lockhart, penulis selebriti guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam di Hogwarts)
Godric, Anglo-Saxon “Memerintah Bersama Tuhan” (Godric Gryffindor, salah satu pendiri Hogwarts)
Gregory, Inggris “Pengamat” (Gregory Goyle, sahabat Draco Malfoy)
Harry, Inggris bentuk singkat dari Harold “Pemimpin Pasukan” (Harry Potter)
Horace, Latin “Penjaga Waktu” (Horace Slughorn, guru Ramuan dan kepala asrama Slytherin)
Hugo, Latin “Pemikir” (Hugo Weasley, anak Ron dan Hermione Weasley)
Igor, Rusia “Pejuang Damai” (Igor Karkaroff, kepala sekolah Durmstrang)
James, Yunani “Pengganti” (James Potter, ayah Harry Potter)
Justin, Latin “Adil” (Justin Finch-Fletchley, anak Hufflepuff anggota Laskar Dumbledore)
Lee, Inggris “Padang Rumput” atau “Penyembuh” (Lee Jordan, komentator Quidditch)
Lucius, Latin “Cahaya” (Lucius Malfoy, Pelahap Maut dan ayah Draco Malfoy)
Ludovic/Ludo, Skandinavia “Pejuang Terkenal” (Ludovic Bagman, Kepala Departemen Permainan dan Olah Raga di Kementerian Sihir)
Marcus, Latin “Pertahanan” (Marcus Flint, Chaser dan kapten tim Quidditch Slytherin)
Michael, Ibrani “Siapa yang Seperti Allah?” (Michael Corner, anak Ravenclaw)
Neville, Perancis “Dari Kota Baru” (Neville Longbottom, anak Gryffindor)
Nicolas, Yunani “Pemenang Rakyat” (Nicolas Flamel, ahli alkimia yang membuat Batu Bertuah)
Oliver, Inggris “Pohon Zaitun” (Oliver Wood, Keeper dan Kapten tim Quidditch Gryffindor)
Percival, Latin “Menembus” (Percival Dumbledore, ayah Albus Dumbledore)
Percy, Inggris bentuk singkat dari Percival “Menembus” (Percy Weasley, kakak Ron)
Peter, Yunani “Batu Karang” (Peter Pettigrew, Pelahap Maut yang pura-pura menjadi tikus, dan pembunuh Cedric Diggory)
Phineas, Ibrani “Bermulut Kuningan” (Phineas Nigellus Black, mantan kepala sekolah Hogwarts, dan leluhur Sirius Black
Pius, Latin “Saleh” (Pius Thicknesse, Menteri Sihir di bawah Kutukan Imperius)
Quirinus, Latin “Pejuang” (Quirinus Quirrell, guru Telaah Muggle yang dirasuki Lord Voldemort)
Regulus, Latin “Pangeran” (Regulus Arcturus Black, saudara laki-laki Sirius Black)
Remus, Latin “Cepat” (Remus Lupin, werewolf guru Pertahanan Ilmu Hitam di Hogwarts)
Ronald, Inggris “Kuat, Memerintah dengan Menasihati” (Ronald “Ron” Weasley, sahabat Harry) Rubeus, Latin “Merah” (Rubeus Hagrid, setengah-raksasa sahabat Harry)
Rufus, Latin “Merah” (Rufus Scrimgeour, kepala Auror yang menggantikan Fudge sebagai Menteri Sihir)
Seamus, Irlandia variasi dari Yakub “Pengganti” (Seamus Finnigan, anak Hufflepuff)
Severus, Latin “Serius, Ketat” (Severus Snape, guru Ramuan yang akhirnya menjadi kepala sekolah Hogwarts, anggota Orde Phoenix, “Pangeran Berdarah Campuran”)
Sirius, Latin “Bintang Anjing” (Sirius Black, anggota Orde Phoenix, godfather dari Harry Potter)
Stan, Inggris bentuk singkat dari Stanley “Padang Berbatu” (Stan Shunpike, kondektur Bus Ksatria yang menjadi Pelahap Maut.
Terry, Norwegia bentuk singkat dari Terence “Seperti Thor” (Terry Boot, anak Ravenclaw)
Tom, Latin bentuk singkat dari Thomas “Si Kembar” (Tom Marvolo Riddle, nama asli Lord Voldemort, pemimpin Pelahap Maut)
Vernon, Latin “Makmur” (Vernon Dursley, paman Harry Potter)
Viktor, Latin “Pemenang” (Viktor Krum, peserta Turnamen Triwizard dari Durmstrang)
Vincent, Latin “Pemenang” (Vincent Crabbe, anak Slytherin sahabat Draco Malfoy)
Xenophilius, Yunani “Pecinta Hal-hal Asing” (Xenophilius Lovegood, ayah Luna Lovegood editor The Quibbler)
Zacharias, Ibrani “Tuhan Mengingat” (Zacharias Smith, anak Hufflepuff)
Perempuan
Alice, Inggris “Mulia” (Alice Longbottom, ibu Neville Longbottom, anggota Orde Phoenix)
Alicia, Jerman “Manis” (Alicia Spinnet, Chaser Quidditch Gryffindor)
Amelia, Jerman “Rajin” (Amelia Susan Bones, bibi Susan Bones)
Angelina, Yunani “Malaikat” (Angelina Johnson, kapten Quidditch Gryffindor yang akhirnya menjadi istri George Weasley)
Andromeda, Yunani “Penguasa Manusia” (Andromeda Tonks, ibu Nymphadora Tonks)
Arabella, Latin “Berserah pada Doa” (Arabella Figg, Squib yang bertetangga dengan keluarga Dursley)
Ariana, Latin “Suci” (Ariana Dumbledore, adik Albus Dumbledore)
Augusta, Latin “Agung” (Augusta Longbottom, nenek Neville Longbottom)
Aurora, Latin “Dewi Pagi” (Aurora Sinistra, guru Astronomi di Hogwarts)
Bathesda, Ibrani “Rumah Belas Kasihan” (Bathesda Babbling, guru Runes Kuno di Hogwarts)
Bathilda, Jerman “Pahlawan Wanita” (Bathilda Bagshot, penulis buku Sejarah Sihir)
Bellatrix, Latin “Cantik, Gembira, Diberkati” (Bellatrix Lestrange, Pelahap Maut)
Charity, Inggris “Derma” (Charity Burbage, guru Telaah Muggle di Hogwarts)
Cho, Korea “Kupu-kupu” (Cho Chang, anak Ravenclaw yang pernah berkencan dengan Harry Potter)
Dolores, Latin “Duka Cita” (Dolores Umbridge, Asisten Senior Menteri Sihir dan guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di Hogwarts)
Fleur, Perancis “Bunga” (Fleur Delacour, peserta Turnamen Triwizard dari Beauxbatons yang akhirnya menjadi istri Bill Weasley)
Gabrielle, Ibrani “Pejuang Allah” (Gabrielle Delacour, adik Fleur Delacour)
Ginevra, Italia “Adil” (Ginevra “Ginny” Weasley adalah adik Ron Weasley akhirnya jadi istri Harry)
Hannah, Ibrani “Anugerah” (Hannah Abbott, anak Hufflepuff yang akhirnya menjadi istri Neville Longbottom)
Helena, Yunani “Cahaya Bersinar” (Helena Ravenclaw, anak Rowena Ravenclaw)
Helga, Norwegia “Suci” (Helga Hufflepuff, salah satu pendiri Hogwarts)
Hermione, Yunani “Dilahirkan dengan Baik” (Hermione Granger, anak Gryffindor sahabat Harry Potter)
Irma, Latin “Mulia” (Irma Pince petugas perpustakaan di Hogwarts)
Katie, Inggris bentuk singkat dari Catherine (Yunani) “Murni” (Katie Bell, Chaser Gryffindor)
Kendra, Inggris “Pengetahuan” (Kendra Dumbledore, ibu Albus Dumbledore)
Lavender, Inggris “Bunga Ungu” (Lavender Brown, anak Gryffindor)
Lily, Inggris “Bunga Bakung” (Lily Potter, ibu Harry Potter)
Luna, Latin “Bulan” (Luna Lovegood, anak Ravenclaw)
Marietta, Ibrani variasi dari Maria “Pemberontakan Mereka” atau “Pahit” (Marietta Edgecombe, anak Ravenclaw yang mengkhianati Laskar Dumbledore)
Marjorie, Yunani “Mutiara” (Marjorie Dursley, bibi Dudley Dursley)
Millicent, Perancis “Dari Seribu Orang Kudus” (Millicent Bagnold, Menteri Sihir sebelum Cornelius Fudge. Millicent Bulstrode, anak Slytherin)
Minerva, Latin “Bijaksana” (Minerva McGonagall, guru Transfigurasi dan wakil kepala sekolah Hogwarts)
Molly, Inggris variasi dari Maria “Pemberontakan Mereka” atau “Pahit” (Molly Weasley, ibu Ron)
Narcissa, Latin “Bunga Daffodil” (Narcissa Malfoy, ibu Draco Malfoy)
Nymphadora, Latin “Peri” (Nymphadora Tonks, Auror dan Metamorphmagus yang jadi istri Remus Lupin)
Olympe, Yunani “Dari Olympus” (Olympe Maxime, setengah-raksasa, kepala sekolah Beauxbatons)
Padma, Hindi “Teratai” (Padma Patil, anak Ravenclaw, kembaran Parvati Patil)
Pansy, Yunani “Bunga” (Pansy Parkinson, Prefek Slytherin)
Parvati, Hindi “Anak Gunung” (Parvati Patil, anak Gryffindor, kembaran Padma Patil)
Penelope, Yunani “Gulungan Benang” (Penelope Clearwater, Prefek Ravenclaw pacar Percy) Petunia, Indian Amerika “Bunga Petunia” (Petunia Dursley, bibi Harry)
Pomona, Latin “Subur” (Pomona Spout, guru Herbologi di Hogwarts)
Poppy, Inggris “Bunga” (Poppy Pomfrey, kepala perawat di Hogwarts)
Rita, Spanyol “Mutiara” (Rita Skeeter, wartawan Daily Prophet, penulis Kehidupan dan Kebohongan Albus Dumbledore)
Rolanda, Jerman “Dari Tanah Termasyhur” (Rolanda Hooch, guru terbang dan wasit Quidditch Hogwarts)
Rose, Inggris “Mawar” (Rose Weasley, anak dari Ron dan Hermione Weasley)
Rowena, Anglo-Saxon “Berambut Putih” (Rowena Ravenclaw, salah satu pendiri Hogwarts)
Susan, Yunani “Bunga Bakung” (Susan Bones, anak Hufflepuff)
Sybil, Yunani “Peramal” (Sybil Trelawney, guru Ramalan di Hogwarts)
Walburga, Jerman “Kekuatan, Perlindungan” (Walburga Black, ibu Sirius Black)
Nama, setiap orang pasti punya setidaknya satu nama. Sebagian besar orang seringkali tidak memiliki pemikiran yang jelas benar apakah arti dari nama yang disandangnya. Beberapa malah nampak tidak memperdulikan hal tersebut.
Namun nama dapat banyak berarti, bahkan ada orang yang malu bernama tertentu, bahkan ada yang mengidamkan memiliki suatu nama.
Nama bagi sebagian besar orang tidaklah lebih dari sebuah pengenal, untuk membedakan dirinya dengan orang lain. Pengenal yang digunakan bagi orang lain untuk memanggil dirinya, pengenal yang digunakan saat mengisi suatu formulir aplikasi, pengenal yang digunakan dalam setiap ijazah atau piagam. Bagaimana mungkin kita dapat membedakan setiap individu tanpa nama? Bahkan sebuah huruf pun dapat menjadi nama si empunya. Tidak perlu harus untuk manusia, bahkan untuk membedakan setiap file pun kita memerlukan nama untuknya. Bisa saja kita menamakan suatu folder di komputer dengan huruf X semata, tetap saja itu membedakannya dari folder lain yang kita sebut Y.
Kalau saja seseorang tidak bernama, lalu bagaimana kita harus menunjuk orang tersebut? Haruskah kita mendeskripisikannya terlebih dahulu, seperti ketika kita harus bercerita tentang seseorang yang mancung-tinggi, berkulit putih, dan kerambut ikal panjang sebahu? Yang seharusnya cukup kita sebut bernama Tina saja? Oh my God! Betapa lelahnya harus bercerita bilamana hanya untuk menggantikan satu kata kita harus berfrase sekian banyaknya.
Tidak ada informasi yang jelas mengenai kapan mulainya peradaban manusia menggunakan nama. Walaupun demikian setiap wilayah, maupun kultur memiliki ciri tertentu dalam meberikan nama. Contohnya saja di Bali. Sebuah pulau kecil yang berpenduduk lebih dari 2 juta jiwa bahkan memiliki perbedaan dalam menyebutkan nama pertama untuk anak laki-lakinya. Di Bali bagian timur, anak laki-laki pertama seringkali di sebut Wayan, sedangkan di Bali bagian utara, mereka menyebut anak laki-lakinya dengan Gde. Untuk setiap kasta di Bali pun memiliki gelar yang berbeda, dimana Wayan tidak diperuntukan bagi mereka dari golongan ksatrya murni.
Dalam kasus di atas, arti nama lebih daripada sebuah pengenal tapi juga menunjukan dari golongan dan dari daerah mana mereka berasal. Selain itu, nama bagi beberapa orang juga dilengkapi dengan keterangan dari keluarga mana dia berasal. Contoh saja keluarga-keluarga suku batak dengan nama yang berbeda-beda. Keluarga Simatupang berbeda dengan keluarga Silitonga.
Di dunia barat, bahkan nama keluarga ini sangat penting untuk mengetahui sejarah keluarga. Mereka bahkan dapat mengetahui bahwa berdasarkan nama mereka, mungkin saja mereka masih memiliki keturunan langsung dari keluarga bangsawan. Bagi beberapa orang status seperti itu sangatlah penting. Mereka bahkan rela bersusah payah untuk mengurus legalitas pengakuan atas status keturunan ningrat mereka.
Tak hanya itu, nama bisa saja perwujudan dari cinta orang tuanya. Beberapa orang bahkan membuat nama untuk anak mereka merupakan singkatan tertentu dari nama kedua orang tua. Contohnya saja nama Erdi, diambil dari nara ayah yang bernama Erry dan ibu yang bernama Dien, sederhana bukan?
Kadang-kadang juga ada orang tua yang mengambil nama dari sesuatu yang dikenangnya atau yang sangat membekas dalam hatinya. Contoh saja diva terkenal Indonesia yang bernama Krisdayanti, ia dan Anang suaminya menamakan putri pertama mereka Titania, karena saat mengandung, si Ibu begitu terkesan dengan film Titanic yang dibintangi Kate Winslet dan Leonardo di Caprio tersebut.
Nama juga berarti suatu pengharapan saat si orang tua berharap akan seperti nama yang disandangnyalah sang anak nantinya. Seperti saat saya menamakan putra pertama saya dengan Bagus Mahottama, karena kami berharap agar dia kelak tumbuh menjadi anak yang tampan dan paling menonjol diantara orang-orang lain.
Kapan waktu pemberian nama bayi.
Tidak ada aturan yang baku kapan sebaiknya calon orang tua menamakan bayi mereka. Seringkali tergantung terhadap aturan setempat, adat istiadat dan kepercayaan yang dianut ayah dan ibu si bayi.
Beberapa orang tua bahkan sudah memanggil anak mereka dengan sebuah nama panggilan saat si anak masih di dalam kandungan, terutama ketika sang ginekologis telah memberitahukan pada pasangan tersebut apa jenis kelamin si jabang bayi.
Adapula adat yang mengatakan, jangan menyiapkan nama apapun sebelum bayi berusia 3 bulan dan bahkan ada upacara tertentu untuk pemberian nama. Tabu katanya bila memberikan nama pada sang bayi sebelum waktunya, takutnya terjadi hal-hal buruk pada sang bayi. Jadi selama menunggu waktu yang tepat, maka si orang tua hanya akan menyebut nama panggilan yang aman saja buat si bayi seperti misalnya menyebut ‘adik’, ‘kakak’ atau cuma’sayang’.
Di Bali, hal seperti ini disarankan untuk dilakukan oleh para pasangan orang tua sesudah bayi diberikan upacara 3 bulan Bali dimana kemudian dilanjutkan dengan mengadakan upacara untuk mengetahui urutan reinkarnasi dan nama yang diharapkan untuk disandang oleh jiwa yang lahir bersama sang bayi. Apabila orang tuanya telah menamai bayinya jauh-jauh hari dan dianggap tidak sesuai dengan keinginan jiwa yang bereinkarnasi, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperi misalnya jika si anak merasa namanya terlalu berat, maka dia akan menjadi sakit-sakitan atau sering berkelakuan buruk. Selama proses menunggu, sebelum dilaksanakannya upacara 3 bulan Bali, maka orang tua sang anak hanya akan memanggil anaknya dengan nama panggilan sesuai dengan urutan kelahiran, dimana anak pertama akan disebut Wayan, Gde atau Putu, Made atau Kadek untuk anak kedua, Komang atau Nyoman untuk anak ketiga dan Ketut untuk anak keempat. Apabila nama lengkap sudah terlanjur diberikan dan akte kelahiran sudah pula dibuat, maka terpaksalah si orang tua harus mengurus perubahan nama dengan segala birokrasinya.
Akan tetapi aturan seperti ini tidak berlaku bagi setiap keluarga, dimana orang tua sudah benar-benar mempersiapkan nama sang anak jauh-jauh hari sebelum lahir. Apabila mereka tidak mengetahui jenis kelamin sang bayi saat di dalam kandungan, maka orang tua tersebut akan mempersiapkan 2 buah nama, satu untuk bayi laki-laki, satu lagi untuk bayi perempuan. Begitu sang bayi lahir, maka di boks bayi dan surat keterangan lahirnya dari rumah sakit sudah bertuliskan nama lengkap yang diberikan oleh orang tuanya.
Bagaimana pun juga setiap keluarga selalu menginginkan yang terbaik untuk putra putri mereka, maka selalulah menyesuaikan waktu pemberian nama dengan kebiasaan setempat dan kepercayaan keluarga yang dianut sejak lama. Namun apabila pasangan orang tua tidak begitu mengindahkan kepercayaan seperti itu, maka semua keputusan dikembalikan kepada pasangan orang tua sendiri dan mengambil keputusan berdasarkan kesepakatan berdua.